KECEWA TERHADAP PEMBINAAN KONI
DHARMASRAYA, Investigasi News—Masih teringat di benak kita Sport Center yang merupakan salah satu bangunan olahraga Termegah di Kab. Dharmasraya bahkan di Propinsi Sumatra Barat, dibangun pada priode Pemerintahan Bupati Adi Gunawan dan Wabup H. Syafruddin. R. Namun, perlu diketahui, ini merupakan salah satu saksi proyek pembangunan, untuk saat ini dinilai hanya sebuah proyek pembangunan pemborosan terhadap keuangan Negara atau daerah Kab. Dharmasraya pada masa Perintahan Adi Gunawan-Syafruddin, R.
Proyek yang menelan dana APBD Dharmasraya milyaran rupiah, tepatnya Rp 90 Milyar lebih ini, ternyata hanya dipergunakan 10 (sepuluh) hari saja dan sekarang dibiarkan, bagaikan rumah tak berpenghuni. Tak tampak lagi, adanya kegiatan olahraga di sana. Ini terungkap saat Koran Investigasi News menelusuri tentang Perkembangan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) di Dharmasraya dengan mencoba mengkonfirmasi kepada salah seorang pengurus KONI, Mailis Edi.
Karena sebagaimana diketahui bersama, sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 18 tahun 2007 pada Pasal 2 disebutkan; “pendanaan keolahragaan menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, pemerintah daerah dan masyarakat.”. Serta pada Pasal 3 dinyatakakan, “pemerintah dan pemerintah daerah wajib mengalokasian anggaran keolahragaan melalui anggaran APBN dan APBD”.
Mailis Edi secara terus terang dan blak-blakan mengatakan, sekarang ini KONI di Dharmasraya dalam kondisi vakum, karena kurangnya kepedulian pemda terhadap organisasi keolahragawan ini. “Saya lihat sebagian Pejabat Dharmasraya memandang sebelah mata terhadap KONI ini. Kesannya KONI hanya menghabiskan uang daerah saja, “ungkap Mailis Edi yang juga anggota KONI Dharmasraya itu.
Bayangkan saja katanya, sekarang dana yang diperuntukan untuk KONI Dharmasraya tahun 2015 ini hanya Rp 75 Juta. Untuk biaya operasional Sekretariat KONI saja tidak mencukupi, bagaimana melakukan pembinaan terhdap keolahragawan di Kab. Dharmasraya ini? “Boba bayangkan, tahun 2016 kita akan mengikuti Porprov. Sumbar, sedangkan pembinaan terhadap generasi muda untuk keolahragaan sekarang ini belum ada. Bahkan saya agak ektrim bahasa saya, kalau tidak ada dana pembinaan generasi muda bidang keolahragaan di Dharmasraya ini bubarkan saja KONI di Dharmasraya ini!, “kata Mailis Edi geram.
Menurut Mailis Edi, dia melihat ada sebagian Pejabat Kab. Dharmasraya ini, beranggapan, mengurus olahraga ini seakan akan menghabiskan uang saja. “Namun untuk membangun Sport Center Rp 90 Milyar seakan akan tidak menghabiskan uang? Kan marah kita jadinya, coba bayangkan untuk apa dibangun Sport Center Rp 90 Milyar, sedangkan orang yang mengisinya tidak ada atau tidak dibina. Untuk apa dibangun itu?!, “cetusnya.
Bahkan Mailis Edi meminta koran ini, untuk mempertanyakan, untuk apa dibangun itu, ada apa, apakah hanya mengejar hal-hal tertentu saja. “Pertanyakan itu.? Rp 90 Milyar dibangun ke Puskesmas dan rumah sakit atau ke kantor sudah berapa dapatnya. Lihat kantor ini saja masih ngontrak dan masih banyak kantor lain yang juga masih ngontrak hingga saat ini. Sekarang dibangun Sport Center apa dampaknya dan apa manfaatnya bagi masyarakat sekarang?, “tanya dia lagi.
Coba bayangkan tambahnya lagi, sekarang sudah tahun 2015 dan sebentar lagi tahun 2016, Poprov, anggarannya gimana, persiapannya bagaimana, pembinaan atletnya sejauh mana itu semua belum jelas. “Nanti tahun 2016 dikucurkan dana milyaran apakah bisa maksimal? Membina Atlet ini nggak bisa secara instant butuh proses, tahapan, membina Atlet nggak bisa disamakan kayak membuat godok yang langsung jadi hari itu juga. Tetapi perlu waktu, perlu tahapan, kan nggak langsung jadi saja, “kata Mailis Edi.
Diujung pembicaraannya, Mailis Edi yang tampak kecewa dengan kebijakan mantan Bupati Adi Gunawan itu, mengatakan, untuk apa pemda mengucurkan dana ber- milyar-milyar kalau sifatnya instan? “Jujur saya katakan banyak Atlet di Dharmasraya ini berprestasi bukan karena peranan pemerintah. Tetapi lebih karena kemauan pribadi, sekarang yang saya kecewakan kan ini, “sebutnya.
Tukuknya lagi, untuk apa bangunan sebagus itu kalau yang akan mengisinya tidak dipersiapkan dan dibina? Bahkan kata Mailis Edi menantang penegak hukum daerah ini. “Jika saya duduk jadi pemeriksa Negara, sudah saya pertanyakan itu dan akan saya perkarakan itu. Untuk apa dibangun proyek semegah itu, hanya pemborosan keuangan daerah atau Negara namanya itu, “ketus Mailis. (JIMMY)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar