Minggu, 26 April 2015

Ali Mukhni: “Saya Turun langsung”



Apa sih kiat sukses Ali Mukhni selaku Bupati Padang Pariaman dalam menyukseskan berbagai proyek pembangunan yang dipercayakan Provinsi dan Pusat? Pada Investigasi News Ali Mukhni mengaku selalu turun langsung apabila bawahannya terkendala di lapangan. “Kiat sukses pembangunan di Padang Pariaman adalah, kalau sekda dan kepala dinas terkendala, saya turun langsung, “ungkap dia usai mendaftar sebagai calon bupati periode 2015 - 2020 di kantor DPC. PDIP di Pauh Kamba, Kec. Nan Sabaris, Kamis (26/3).

Atas pembangunan yang telah, sedang dan akan dilaksanakan Ali Mukhni berterimakasih banyak atas kepercayaan instansi terkait di tingkat provinsi dan pusat pada Kab.Padang Pariaman.
“Kesuksesan mega proyek kita selama ini juga menjadi indikasi, kesadaran masyarakat akan arti penting proyek yang dilaksanakan sudah cukup besar. Karena itu dari lubuk hati paling dalam kami sampaikan terimakasih sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Padang Pariaman, “tuturnya.

Ali mencontohkan normalisasi sungai di Sungai Durian. Dimana, proyek tersebut penting untuk menangkal longsor dan banjir yang menjadi momok setiap musim penghujan di daerah itu. Peran masyarakat yang tinggi, menurut Ali juga tak terlepas dari dukungan elemen nagari.  “Kita harus bersatu, saling mendukung antara pemkab dan pemerintahan nagari. Sehingga setiap pembangunan berjalan lancar dan sukses, “sebut Alumni Lemhanas tahun 2012 itu.

Ulama Dukung Ali Mukhni
H. Zubir Tuangku Kuniang sampaikan apresiasi atas program pemerintah daerah yang fokus dalam menegakkan ajaran Islam kepada generasi muda. Adapun program Magrib Mengaji dan Lembaga Didikan Subuh serta melahirkan Hafizal Qur’an.

Itu dia sampaikan pada Investigasi News ketika dilakukannya Penilaian Kantor Urusan Agama (KUA) Teladan Tingkat Sumbar di Kecamatan VI Lingkung, Rabu (25/3) lalu. “Kita dukung program pemerintah daerah seperti magrib mengaji, hafiz al quran serta lembaga didikan subuh. Demi Syi’arnya ajaran Islam khususnya kepada generasi muda, “kata Ketua MUI Kec. Enam Lingkung.

Pada kesempatan itu Tk. Kuniang mengajak umat Muslim agar meningkatkan Ketaqwaan kepada Allah SWT seiring pesatnya kemajuan teknologi dan era globalisasi. Dia juga mengingatkan pemda untuk mewaspadai paham ISIS yang akan menyusup di tengah-tengah masyarakat Padang Pariaman.
Dia mengakui sosok Bupati Ali Mukhni merupakan Pemimpin yang dekat dengan Ulama dan seorang Muslim yang taat. Ali Mukhni selalu melibatkan Ulama, Niniak Mamak dan Bundo Kanduang dalam pembangunan.

Dia juga tahu Bupati Ali Mukhni menjadi Donatur tetap dibeberapa masjid, mushalla, panti asuhan dan orangtua angkat bagi siswa berprestasi. “Saya mendukung Bupati Ali Mukhni melanjutkan kepemimpinan untuk periode kedua. Kita dukung dengan sekuat tenaga, “kata Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Ikhlas Pakandangan itu serius. (FERR)

MAJU SEBAGAI BUPATI PERIODE KEDUA

Ketua TI Sumbar Dukung Ali Mukhi

SUNGAI BULUH, Investigasi News—Menapaki areal seluas 10 Ha tak beralas kaki, bukan kendala bagi Bupati Ali Mukhni dengan bersemangat bersama beberapa masyarakat meninjau landclearing lahan areal pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center bertaraf Internasional di Nagari Sungai Buluh, Kec. Batang Anai Kab. Padang Pariaman.

Pembangunan Asrama Haji berasal dari sharing pembiayaan dana APBN, APBD Provinsi Sumbar, APBD Kabupaten dan pihak swasta dan diperkirakan akan menghabiskan biaya sebesar Rp 800 Milyar dengan system Multiyear. “Alhamduilllah, saat ini kita landclearing seluruh areal pembangunan Asrama Haji.
Jadi ketika peletakan batu pertama nanti, Bapak Menteri Agama RI akan terlihat keseriusan pemda, mempersiapkan pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center ini. Terimakasih atas dukungan seluruh lapisan masyarakat, “kata Ali Mukhni.

Alumni Lemhanas 2012 ini menjelaskan, Asrama Haji tersebut berdiri di atas lahan seluas 10 Hektar telah dibaliknamakan menjadi milik Kementerian Agama RI.  Asrama Haji ini nantinya akan dilengkapi dengan Masjid, Rumah Sakit, Gedung Pertemuan, Hotel, Restoran, Pusat Olahraga dan lain sebagainya.
Tujuannya agar Asrama Haji ini bisa digunakan sepanjang tahun oleh masyarakat. Dia mengajak masyarakat untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang besar terhadap Padang Pariaman. Disebabkan, pembangunan Asrama Haji ini merupakan penantian panjang hampir 15 tahun lalu.

Namun berkat keikhlasan dan kerja keras seluruh stakeholders, perantau dan masyarakat maka pembangunan Asrama Haji bisa terealisasi pada tahun 2015 ini. “Atas nama Pemerintah dan masyarakat Padang Pariaman, Kita ucapkan terima kasih kepada Kementrian Agama, Pemerintah dan DPRD Propinsi Sumbar, Kakanwil Kemenag, Tokoh Perantau serta seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam pembangunan Asrama Haji, “kata bupati didampingi Kabag Humas Hendra Aswara.

Ditambahkannya, Asrama Haji ini akan melayani tiga provinsi di Sumatera yaitu; Sumatra Barat, Jambi dan Bengkulu. Dia berharap Asrama Haji ini bisa selesai dalam jangka waktu dua tahun sehingga telah bisa opesional pada tahun 2017 mendatang. “Insya Allah sesuai rencana kita berharap pembangunan Asrama Haji dan Islamic Center ini akan siap dalam waktu dua tahun. Semoga proyek-proyek pembangunan di Kab. Padang Pariaman akan berkelanjutan dan sesuai rencana, “ulas mantan kontraktor ini.

Haji Boy Lestari Datuak Palindih yang ikut bersama Bupati Padang Pariaman dalam peninjauan landclearing lahan itu, pada Koran ini menyatakan apresiasinya atas kegigihan dan kerja keras Ali Mukhni memperjuangkan pembangunan Asrama Haji di daerah ini. Dia mengakui sangat tahu betul proses awal pembangunan Asrama Haji beberapa tahun terakhir, bahkan dia sendiri pernah mendampingi Ali Mukhni dalam mendukung pembangunan Asrama Haji yang baru yang terletak di wilayah Padang Pariaman itu.
Ditambahkannya, pembangunan Asrama Haji itu, tentunya harus dituntaskan Bupati Ali Mukhni hingga beropersional nanti.

Untuk itu dalam Pilkada yang akan dihelat 09 Desember 2015 mendatang dia mendo’akan dan mendukung  kepemimpinan Bupati Ali Mukhni perode kedua 2015 - 2020. “Saya lihat Bupati Ali Mukhni sangat serius dan ikhlas membangun daerah sehingga merubah wajah Sumatra Barat. Kita dukung Bapak Ali Mukhni menjadi bupati periode kedua untuk pembangunan berlanjutan, “ujar Ketua Tarbiyah Islamiyah Sumbar itu. (FERR)

Pedagang dan Sopir Angdes Mengadu ke DPRD Padang Pariaman

PARIAMAN, Investigasi News — Demo pedagang dan para sopir angdes ke DPRD Kab. Padang Pariaman masih menemukan jalan buntu, para demonstran yang di sambut anggota DPRD setempat dalam ruang pertemuan, Kamis (09/4) lalu, saat itu belum menemukan titik terang. Pertemuan dipimpin langsung Ketua DPRD Faisal Arifin dan Bupati Padang Pariaman, Drs. H. Ali Mukni didampingi Sekdakab Jonpriadi, SE., MM serta SKPD terkait akhirnya beralih ke kantor Bupati lama.

Dalam ruangan DPRD ini semua aspirasi masyarakat baik dari pedagang maupun perwakilan angdes juga Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ditampung oleh anggota dewan dan Bupati Padang Pariaman, meskipun suasana rapat terbilang cukup alot akan tetapi berjalan tertib, aman tanpa ada kendala sedikitpun.
Pada kesempatan itu, Bupati Ali Mukni mengatakan, masyarakat kabupaten dan Kota Pariaman itu tidak bisa dipisahkan hanya saja aturannya berbeda. Maka dari itu mari kita cari solusi guna mencairkan permasalahan yang ada dengan sebaik mungkin agar kehidupan masyarakat dapat berjalan seperti biasa. “Salah satu usulan kami tentang angkutan desa yang beroperasi agar bisa masuk kawasan kota/ pasar dalam jam tertentu seperti pagi  dan sore hari sementara siangnya ditetapkan masuk Terminal Jati Kota Pariaman, “ujar Ali Mukhni.

Walau bagaimanapun juga hasil keputusannya tentu ada dalam kesepakatan kita bersama antara Pemkab Padang Pariaman dan Pemko Pariaman nantinya akan kami gelar kembali antara kedua belah pihak di Forum Kordinasi Pimpinan Daerah yang direncanakan hari Senin mendatang. Mudah-mudahan dari pertemuan itu bisa membuahkan hasil maksimal dan bisa membuat keadaan lebih kondusif, “kata Ali Mukni.
Sementara, Ketua DPRD Padang Pariaman, Faisal Arifin menjelaskan, pihaknya menyampaikan aspirasi dan kebijakan tentang pemindahan Terminal Angde di dekat pasar Pariaman sangatlah berpengaruh sekali. Dimana pertemuan kali ini bagian tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya yang telah digelar pada 2 April 2015 lalu.

“Tugas yang kami emban sudah jelas memperjuangkan aspirasi rakyat, walaupun sudah ada kebijakan yang dikeluarkan Pemko Pariaman dengan diterbitkannya Perwako No. 29 tahun 2015 namun kita masih lakukan upaya lain, seperti; yang sudah kita sepakati dengan membawa semua aspirasi ke Forum Kordinasi Pimpinan Daerah Senin depan, “jelas Faisal.

Usai menerima para pendemo Bupati Ali Mukhni juga mengajak seluruh komponen masyarakat nagari untuk bersama-sama membangun Padang Pariaman disegala bidang. Dia optimis dengan dukungan masyarakat, maka pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan akan berjalan dengan lancar menuju Padang Pariaman sebagai Kota Metropolitan yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Pusat melalui RPJMN 2014-2019.

“Mari kita bersama bergandeng tangan untuk kemajuan pembangunan Padangpariaman. Barek samo dipikua, ringan samo dijinjing. Saya optimis dengan pesatnya pembangunan disegala bidang baik infrastruktur bertaraf internasional maupun ekonomi kerakyatan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat menuju Padang Pariaman sebagai Kota Metropolitan, “kata bupati yang memiliki kans untuk memimpin periode kedua kalinya itu.

Dijelaskannya ke depan Kab. Padang pariaman akan berkembang pesat seiring banyaknya pembangunan infrastruktur mencapai trilyunan rupian. Saat ini juga telah rampung Jalan Lingkar Sicincin-Malalak (JLDS) yang akan menumbuhkan investasi-investasi baru yang tentunya akan membuka lapangan kerja dan mengurangi pengangguran.

“Alhmadulillah, menurut data BPS, Pertumbuhan ekonomi Padangpariaman mencapai 7,12%. Ini berkat kerja keras kita semua dan dukungan masyarakat” kata Bupati yang didampingi Kabag Humas Ali Mukhni. Pada kesempatan itu Bupati Ali Mukhni juga mengingatkan mjasyarakat jangan terprovokasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin mengganggu situasi kondusif di Padang Pariaman.
“Kita sama-sama tahu bahwa sekarang adalah tahun politik. Masri sama-sama menahan diri dan menjadi situasi yang kondusif serta jangan terpancing dengan isu yang memecah persatuan, “sebutnya lagi. (HENDRIK)

Kekayaan Walinagari Muara Air Diduga Hasil Korupsi

PAINAN, Investigasi News—Sebagaimana diberitakan sebelumnya pada Koran Investigasi News Edisi 114 berjudul “DI DUGA GELAPKAN DANA KONTINGENSI SL-PPT DAN P4-ISDA-IKA” anak Judul”, Wali Nagari Muara Air dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Painan tertanggal 30 Januari terkait Dugaan penyimpangan Dana dalam pelaksanaan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Irigasi Kecil (P4-ISDA-IKA) yang di lakukan Keompok Tani Sugiran yang di Ketuai Mawardi Rajo Kayo dan Bendaharanya Syahrizal.

Berkaitan dengan Dugaan Kasus tersebut, tampaknya masyarakat Nagari Muara Air yang 26 orang itu kembali lagi, menambah Laporannya tentang Dugaan Korupsi yang terjadi di  Nagari Muara  Air Kec. Bayang Utara Kab. Pesisir Selatan, ini terbukti dari temuan Investigasi News di lapangan. Adapun tambahan Laporan masyarakat Muara Air yang 26 orang itu dan ditandatangani tanggal 30 Maret 2015 adalah sebagai berikut;

Pada tahun 2008 Nagari Muara Air mendapatkan Kredit Mikro Nagari dengan Anggaran Rp 300 juta yang Ketua Pokjanya Erman Dt Rajo Alam dan Kasir Maiyarni, pelaksanaaan Program ini di duga di atur dan di kuasai oleh Wali Nagari Muara Air dan Pencairan Dana Mikro tersebut sampai sekarang tidak ada kejelasannya.

Kemudian di tahun 2011 Nagari ini dapat lagi Program PNPM-MP (Kampung Dilan) dengan Anggaran Rp 317.125.000,- yang Ketuanya Mukhlis, dalam pelaksanaannya Pemenang Lelang adalah Jama’an warga Dilan juga diatur dan dikuasai oleh Wali Nagari Muara Air dan yang parahnya lagi semen-pun dipasok oleh dia.

Lalu, pada tahun 2012 dapat 3 (tiga) jenis Program PNPM-MP untuk perbaikan Irigasi Banda Apa yang dananya Rp 322.707.000,kemudian Jalan Lingkar Nagari yang dananya Rp 234.982.000,- dan untuk Integrasi TK Plus yang dananya Rp 300.517.000,- yang ketiga Program PNPM-MP ini di Ketuai oleh Aldo Vaneri (Rang Sumando) di Wali, Bendahara Syahrizal, Sekretaris Darmiati. Dalam ketiga program PNPM-MP ini seluruh pelaksanaan kegiatan di atur dan dikuasai Wali Nagari Muara Air, Volume Fisik tidak mencapai target, perbaikan Irigasi tidak selesai, sedangkan Musyawarah Desa Serah Terima (MDST) di rekayasa.

Adapun dalam isi surat Laporan tersebut juga tertuang harta Kekayaan Wali Nagari Muara Air, Joeneidi pada awal dilantik menjadi Wali Nagari Muara Air di tahun 2008 diperkirakan kekayaannya berkisar Rp 50 juta. Namun sejak dilantik dan menjabat Wali Nagari Muara Air, hingga sekarang harta kekayaannya naik Fantastis dan diperkirakan berkisar Rp 674 Juta.

Adapun rincian asset kekayaan yang dimiliki Joenedi (WN. Muara Air) yakni; 1 (satu) buah rumah toko dengan taksiran harga Rp 300 juta, 1 (satu) unit mobil Toyota L-300 taksiran Rp 170 juta,  1 (satu) unit mobil Toyota Kijang taksiran harga Rp 50 juta, 1 (satu) petak tanah sawah taksiran harga Rp 45 juta dan 1 (satu) bidang tanah perumahan taksiran harga Rp 15 juta. Tempat Pengolahan Kayu lengkap taksiran harga Rp 80 juta, 1 (satu) bidang tanah peladangan taksiran harga Rp 3 juta dan sebuah Kios Pupuk dengan taksiran harga Rp 14 juta. “Hal ini juga akan di Laporkan ke Kejaksaan Negri Painan, “kata salah satu dari 26 orang masyarakat Nagari yang ikut menanadatangani Surat Laporan tersebut.       (PNK)

IKLAN



Edisi: 116 Tahun IV (22 - 28 April 2015)